Tampilkan postingan dengan label Librarian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Librarian. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Januari 2016

Serba-Serbi Pojok Baca BPAD DIY di Rumasakit Bethesda

Untuk cerita pustakawan kali ini akan penulis angkat berdasarkan cerita pengalaman priadi penulis bekerja di Pojok baca BPAD DIY yang berada di Rumasakit Bethesda. Pojok baca ini merupakan sebuah layanan yang diberikan BPAD DIY dalam rangka menumbuhkan minat baca masyarakat yang sedang berkunjung di suatu rumasakit dengan menyediakan bahan beragam bahan bacaan mulai dari koleksi anak, koleksi untuk dewasa atau reamaj, koleksi untuk ibu-ibu, dan juga untuk bapak-bapak pokoknya lengkap. Jumlah koleksi yang disediakan sekitar 200 eksemplar dengan beragam jenis koleksi. Untuk menarik minat pengunjung BPAD DIY mendisplay buku tersebut di sebuah rak yang berwarna hijau orange sehingga dapat menarik perhatian pengunjung rumasakit.


Gambar pojok baca di rumasakit bethesda

Jumat, 08 Januari 2016

Eko Kurniawan : Pustakawan dan Website Desainer




Pada kesempatan kali ini penulis akan mengupas cerita pustakawan yang cukup fenomenal di kelas IPI A angkatan 2010,  dengan gaya bicara “panturanan” terekam dengan baik di ingatan ketika ia sering berkata possseng menghadapi tugas-tugas kuliah kala itu. Modal nekat adalah salah satu jurus utamanya dalam menjalani hidup ini, banyak nylenehnya tapi  tetep nyleneh yang dijalan Nya maklum lulusan pondok pesantren jadi akan tetap istiqomah djalanNya (amin). Dan ke Nyelenhannya itu yang menjadikan ia mampu berada pada titik seperti sekarang ini. Menjadi pustakawan IT di perpustakaan UMY,  sedang menempuh kuliah pasca sarjana jurusan ilmu perpus di UIN Suka, mendesain web sebagian juga sudah diperjualbelikan, serta tetap aktif bermasyarakat dengan menjadi pengurus takmir Masjid dialah Eko kurniawan.

Selasa, 22 Desember 2015

Ekhsanudin : Pustakawan kementrian Kehutanan Republik Indonesia

Akhirnya bisa ketemu langsung dengan teman yang satu ini. Yak beliau adalah Ekhsanudin, teman seangkatan waktu kuliah di jurusan ilmu perpustakaan tahun 2010. Nambah lagi deretan teman-teman yang kiprahnya dengan ruh perpustakaan luar biasa. Ekhshanudin adalah satu-satunya teman yang saat ini ketrima menjadi abdi Negara (PNS) pada rekrutmen yang diikuti pada tahun 2014 kemarin (semoga besok bisa nyusul) dan bekerja di kementrian kehutanan Republik Indonesia. Pekerjaannya sangat padat,  sehingga untuk dapat berkomunikasi dengan beliau tidak mudah dan alhamdulilah bisa bertemu secara langsung disela-sela rutinitasnya keliling wilayah Indonesia. Dalam  kesesmpatan ini penulis akan menguak perjalanan karir seorang ekshan dimana pekerjaanya merupakan sebuah pekerjaan “ideal” yang di damba-dambakan mahasiswa jurusan perpustakaan setelah lulus kuliah (termasuk penulis).
Penulis bersama Ekshan dan teman-teman (Ekhsan berbaju Putih)

Rabu, 16 Desember 2015

Ridwan Nur Arifin: Pustakawan atau Knowledge Manager?

Siapa yang tidak kenal dengan sosok Ridwan Nur Arifin, buat teman-teman IPI angkatan 2010 pasti kenal buanget sama anak yang satu ini. Yang akan melekat di pikiran kita tentang ridwan adalah dia yang selalu nanya  ke dosen saat kuliah, tapi justru karena dia sering nanya itu kini ia mampu menjadi seorang pustakawan yang harus diperhitungkan kompetensinya. Gimana gak diperhitungkan ternyata secara tidak kita sadari dia telah bertransformasi menjadi seorang pustakawan sekaligus knowledge manager. Nha pada kesempatan kali ini saya beruntung bisa menghubungi ridwan untuk dapat menceritakan kisahnya bekerja di sebuah perusahaan dengan nafas pustakawannya. Karena saya tidak mungkin untuk datang langsung ke Bogor maka saya menggali informasi dengan melakukan videocall dengan aplikasi Skype. Jadi informasi dalam blog kali ini penulis lakukan secara online. Daripada semakin penasaran berikut petikan hasil wawancara penulis dengan Ridwan.


Nha wuarrr biyasaa, dari cerita ridwan diatas kita bisa tahu pustakawan itu harus bisa fleksibel dimanapun kita berada kita harus bisa bekerja dengan nafas perpustakaan. Pustakawan harus bisa memberikan yang terbaik dimanapun tempatnya.  Pustakawan harus update kemampuan kepada siapa saja seperti diplomasi. Pada akhirnya lapangan yang akan membentuk kita menjadi seorang yang luar biasa yang berbekal dari ilmu dibangku perkuliahan. Ridwan adalah salah satu bukti bahwa dunia perpustakaan itu luas dan fleksibel, perpustakaan dengan pustakawannya mampu berkontribusi mewarnai kehidupan masyarakat di dunia ini. So?? Masih ragukah anda menjadi pustakawan?.